
Untuk memungkinkan mereka menikmati kehidupan fana, Dia mencoba segala cara dan mengerahkan segala upaya. Sendirian Dia menempuh perjalanan melewati duri, mencari di antara kegelapan. Meskipun rintangan muncul tanpa henti, tekad-Nya semakin kuat. Sekalipun giok itu hancur di hadapan-Nya, hati-Nya tidak akan menyesal. Pada akhirnya, tubuh-Nya menjadi bara api yang menyulut fajar.