
Terlahir sebagai giok mentah, dikaruniai anugerah gunung, secara kebetulan diberi tujuh lubang untuk kejernihan. Mengapa kemudian dikaruniai hati dan jiwa juga, untuk mendengar tangisan para sahabat, untuk mengetahui apa itu penderitaan, hanya untuk terperangkap di sini, menanggung siksaan tanpa akhir?