
Para Chromaface semuanya mengambil rupa manusia. Wujud mudah didapatkan; jiwa tidak. Meskipun jubah mereka rapi dan senyum mereka tenang, gerakan mereka tertinggal sesaat, ekspresi mereka terlalu lama. Seolah-olah sebuah drama panggung telah tumpah ke jalanan, dialog yang diucapkan sedikit kaku. Dari jauh, orang melihat seratus wajah; dari dekat, hanya tiruan yang dibuat dengan hati-hati.