
Terikat oleh tubuh, terkekang oleh kata-kata, sang penyembuh tergerak oleh preseden, meraba-raba mencari makna. Apakah kepercayaan lahir hanya karena orang lain membutuhkan bantuannya? Dan jika demikian, dari mana ketergantungan timbal balik itu muncul? Pikiran kusut, dan jawaban menolak untuk terbentuk.