
Ia menutup pintunya bagi para pengunjung dan membenamkan diri dalam teks-teks dunia opera. Ia mempelajari postur dan gaya vokal, membedakan sheng, dan, jing, dan mo. Pagi hari dihabiskan untuk melantunkan modus dan nada; malam hari, berlatih langkah dan pola. Pada awalnya, ia hanya memahami bentuknya, bukan jiwanya. Bedak dan perona pipi dapat meniru penampilan para pemain terkenal, namun kemiripan tubuh tidak menjamin kemiripan jiwa.