
Sebuah ranting buah persik diberikan, batu giok dikembalikan. Hadiah berharga dipertukarkan di antara hati yang sehati. Perasaan sejati mengalir diam-diam bolak-balik, seperti air musim semi yang membasuh batu giok, bergumam tanpa henti. Di antara teman-teman, ia mengalir dan kembali, tahun demi tahun, tanpa terputus.