
Kenangan lama memudar seperti asap. Sesosok tubuh dengan lembut menelusuri halaman-halaman yang robek sambil mengenang, membisikkan berbagai adegan Festival Mekar Baru di masa lalu, menceritakannya kepada Sang Dewi. Apa yang dulunya merupakan pola kehidupan yang tak terhitung jumlahnya di dunia fana kini terwujud sebagai ratusan perdagangan para Chromaface. Mereka membacanya dengan polos, tanpa menyadari betapa banyak kesedihan dan kegembiraan yang terkandung di setiap halaman, atau betapa jelasnya halaman itu melestarikan kecemerlangan tahun-tahun yang telah lama berlalu.